Dugaan Adanya Korupsi Program Dana Desa, Adv. Dani Safari Effendi, SH: Segera Audit Kerugian Negara Bila Memang Uang Negara

oleh -62 Dilihat

gapurapriangan.com – Dugaan adanya tindak kasus korupsi program dana desa senilai Rp. 415 juta di Desa Sarimukti, Karangnunggal sampai saat ini seolah terkatung. Setelah seorang saksi atas nama Otip Sopyan Latip warga Jl.Tangsi, Desa Margrahayu, Manonjaya diperiksa Unit Tipikor Polres Tasikmalaya berdasar surat permintaan keterangan 3 Maret 2022 yang ditandatangani Kasat Serse Dian Purnomo SIK MH maka dilakukan BAP, Sabtu 5 Maret 2022 pukul 10 sd.selesai.

Advokat Dani Safari Effendi SH selaku kuasa hukum saksi Otip Latip menuturkan, “pemeriksaan di kantor unit Reskrim Polsek Karangnunggal dengan penyidik Ipda Agus Kasdili, Aipda Taupik SH, Asep Cahyana SH. Dalam panggilan polisi mencantumkan Penyelidikan tentang Penyalahgunaan Wewenang Program Dana Desa tahap 3 tahun 2019 di Desa Sarimukti, Kec.Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya.

Foto. Dok: Istimewa

Saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Sabtu (13/8/2022), menurut kuasa hukum Adv.Dani Safari Effendi SH saat mendampingi saksi menyampaikan,”memang ada pemeriksaan sekitar 4 jam dengan kurang lebih 15 pertanyaan seputar penggunaan, dan aliran dana baik langsung maupun menggunakan transfer bank melalui aplikasi telepon selulernya, saat ditanya penyidik kliennya merupakan pemodal dan memberikan uang Material HOK sebesar Rp.177.659.000, semen Rp.52.224.000, HOK pekerja Rp.91.000.000, “ ungkapnya.

Lanjut Dani,  total proyek sekitar Rp 415 juta, bahkan ada beberapa aliran uang yang dikelurkan oleh kliennya atau saksi melalui transfer kepada AM Rp.20 juta diserahkan ke Mar Pjs.Kades Sarimukti 16-18 Oktober 2019, lalu transfer Rp.20 juta, tgl. 29 Nopember Rp.15juta, mencapai Rp.64.580.000, ” beber Advokat yang disering bersidang di berbagai daerah.

Kemudian Dani menyebutkan adanya kesepakatan dari beberapa pihak, ”yang mengerikan ada kesepakatan antara AD, Tat, Pjs.Mar disaksikan BPD Dad TPK, Kadus Kiaralawang Rp.230 juta namun yang diterima oleh pemodal ini hanya Rp.156.000.000, pas cair uang dana desa diberikan oleh Pjs.Mar Rp.20 juta dan Ed.B Kades terpilih Rp.136.000.000,“ sebut Dani saat mendampingi kliennya.

Kuasa Hukum Otip Latip yakni Dani Safari Effendi, SH Partners akhirnya mengirim surat kepada Bupati H Ade Sugianto dan Kepala Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya untuk segera mengaudit kerugian negara bila memang uang negara Rp.415 juta, “ Dana Desa yang untuk membangun cuma Rp.156 juta maka kemanakan sisa anggarannya?”, sementara perkara saat ini ditangani oleh Unit Tipikor Polres Tasikmalaya. (*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.