Pengurus DPP dan DPD Padepokan Tajiwulung Galunggung Kunjungi Anggota DPRD Kabupaten Ciamis H. Uus Rusdiana, SE dari Fraksi PKS Bahas Pencak Silat Jadikan Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah Guna Wujud Pelestarian Seni Budaya

oleh -62 Dilihat

gapurapriangan.com – Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu, Tgl 11 Mei 2022 di Rumah makan Saung Sawah Kab. Ciamis, dihadiri oleh :
Ketua DPP(Abah Toto),
Wakil ketua DPP (Abah Nalendra),
Ketua Divisi DPP bidang pembinaan Seni Budaya Pencak Silat, Pembinaan prestasi, dokumentasi, promosi dan pemasaran (H.Odeng Kurnia), juga
Ketua DPD ( Eyang Anom) serta sekretaris DPD Tajiwulung Kab. Ciamis (Diki Nurfauzi, S. Pd.).

Selain mengenalkan kepengurusan Padepokan Tajiwulung Galunggung DPD Kab. Ciamis, pada kesempatan tersebut, Pengurus DPP Padepokan Tajiwulung menyampaikan aspirasi terkait Pelestarian Seni Budaya, khususnya Seni Beladiri Pencak Silat.
Kami sangat berterima kasih kepada Bupati & jajaran pemerintahan daerah Kab. Ciamis yang sangat berperan aktif dan mengapresiasi dalam pengembangan seni budaya khususnya di Wilayah Kab. Ciamis

Namun kami yang merupakan salah satu pegiat dan pelestari seni budaya pencak Silat, Khususnya ingin menyampaikan aspirasi terkait Pencak Silat. Dimana dalam hal pelestarian seni budaya pencak silat ini, kami memiliki banyak keterbatasan dalam hal operasional dan juga hal penyebaran.

“Kita selaku pelaku dan pelestari budaya pencak silat, pihak sekolah, pihak pesantren dan orang tua siswa mempunyai keterbatasan dalam hal honorarium pelatih.
Selama ini semua di bebankan kepada orang tua siswa/siswi, Karena keterbatasan tersebut, walau Pemerintah sudah menganjurkan ektrakurikuker Pencak Silat di Sekolah – sekolah, Tapi jika honorarium pelatih masih ditanggung oleh ortu siswa/siswi yang harus bayar, mungkin pihak sekolah ataupun pesantren tidak akan bisa mewajibkan extrakurikuler pencak silat itu, dan jika pun di adakan pilihan extra olahraga silat di sekolah tertentu, maka paling hanya siswa tertentu yg benar – benar hobi dan mampu yang mau belajar, sementara yang minat dan tak mampu bayar tidak bisa ikut.

Karena permasalahan (keterbatasan) tersebut, maka kami mengusulkan agar sudilah kiranya Anggota DPRD membuat satu Perda Khusus atau Menyelipkan satu pasal terkait Extra Kurikuler Pencak Silat ini dalam bentuk Perda.
Dengan adanya Perda itu maka kami pikir sekolah/pesantren akan mewajibkan ekstra kurikulum olahraga (pencak silat) ini, karena honor pelatihnya sudah di tanggung oleh pemerintah walaupun misal tidak terlalu besar, tapi itu sudah sangat membantu pihak sekolah/pesantren dan pelatih (praktisi pencak silat) juga orang tua siswa.

Adapun anggaran untuk honorarium itu sendiri, bisa di ambil dari BOS atau pun anggaran khusus, jika sudah ada PERDA nya sebagai dasar acuan.
Karena hal tersebut, maka dengan adanya rencana pembentukan Perda Pondok Pesantren, kami memberi masukan agar kurikulum pencak silat masuk dalam poin perda tersebut ” Ungkap Abah Nalendra (Wakil Ketua DPP Padepokan Tajiwulung Galunggung).

H. Uus Rusdiana, SE. Sangat mengapresiasi keberadaan DPD Padepokan Tajiwulung Galunggung Kab. Ciamis semoga bisa bersinergi dalam hal pelestarian seni budaya di Ciamis.
“Saran dan masukan positif tersebut akan kami bawa dan diperjuangkan agar dimasukan dalam perda tersebut,” ungkap H. Uus Rusdiana, SE. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.