Memaknai Surat Al-Ikhlas, Penerapan Keyakinan Kepada Allah SWT dengan Rasa Ikhlas

oleh -180 Dilihat

gapurapriangan.com – Setiap manusia cenderung diberikan ujian dalam kehidupannya, tak elak terkadang pada diri manusia itu sendiri muncul rasa jenuh pada dirinya, entah itu dalam kehidupan ekonomi, lingkungan, bahkan pribadinya sendiri.

Rasa Ikhlas pada diri mulai terkikis oleh problematika hidup, hal inlah yang menjadi landasan untuk memperbaiki diri agar kelak menjadi sososk Insan Al-Kamil. Ketika kita berlari mengejar ambisi dunia, namun terkadang belum sesuai dengan apa yang diharapkan, ternyata ada pola hal yang salah pada diri kita yang patut kita perbaiki. Artinya perbaiki dulu hubungan kita dengan Sang Pencipta.

Melalui pemaknaan Surat Al-Ikhlas, dan penerapan keyakinan kepada Allah SWT dengan rasa ikhlas dapat mengikis sedikitnya kekosongan hampa pada diri. Surat Al-Ikhlas menjadi salah satu surat yang menarik untuk dibahas. Selain karena cukup familier dan sering dibaca sebagai surat pendek dalam bacaan sholat, ternyata banyak sekali keutamaan yang perlu diketahui.

Arti Al Ikhlas merujuk pada Keesaan Allah SWT. Keesaan atau esa berarti satu atau tunggal. Surat ini turun saat kaum musyrik mempertanyakan tentang Tuhan yang disembah oleh Nabi Muhammad SAW.

Sebagai umat Islam, tentu kita ingin mengetahui arti Al Ikhlas sebagai surat yang punya banyak keutamaan. Oleh karena itu, berikut ini terdapat informasi mengenai makna dan keutamaan yang bisa kalian amalkan dalam keseharian yang diambil dari beberapa sumber.

Arti Surat Al-Ikhlas

Al Ikhlas merupakan salah satu surat pendek yang cukup mudah dihafal. Sebagai orang yang dilahirkan dari keluarga muslim, mungkin kita pun sudah menghafalnya sejak kecil karena terhitung mudah dan hanya terdiri dari empat ayat. Namun, apakah kita sudah tahu arti Al Ikhlas itu sendiri?

  1. Qul huwallaahu ahad

(Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa)

  1. Allahhus-samad

(Allah tempat meminta segala sesuatu)

  1. Lam yalid wa lam yuulad

(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan)

  1. Wa lam yakul-lahu kufuwan ahad

(Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia)

Memaknai Surat Al Ikhlas

Al Ikhlas menggambarkan tentang keesaan Allah SWT. Selain itu, surat ini juga menggambarkan ketauhidan. Esa berarti tunggal atau satu, sesuai dengan arti per ayat surat Al Ikhlas.

Berkaitan tentang hal tersebut, latar belakang diturunkannya surat ini. Seperti surat lain di Al Quran, surat Al Ikhlas pun punya asbabun nuzul. Turunnya ayat ini berkaitan dengan peristiwa yang dialami Rasulullah saat menghadapi orang musyrik yang mempertanyakan Allah.

Pada sebuah riwayat Imam Ahmad dari Ubay bin Ka’ab berikut ini:

“Hai Muhammad, gambarkanlah kepada kami tentang Tuhanmu.” maka Allah menurunkan (Katakanlah: Dialah Allah yang Maha Esa).

Saat itulah, surat Al Ikhlas diturunkan. Selain itu, makna dari Al Ikhlas bisa kalian simak dalam tafsir Imam Ibnu Katsir berikut ini.

“Dia Yang pertama dan Esa, tidak ada tandingan dan pembantu, tidak ada yang setara dan tidak ada yang menyerupai-Nya, dan tidak ada yang sebanding (dengan-Nya). Kata ini tidak digunakan untuk menetapkan pada siapapun selain pada Allah Subhanahu wa Ta’ala , karena Dia Maha Sempurna dalam seluruh sifat-sifat-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya.”

Dalam penerapan kehidupan sehari-hari kita harus senantiasa memperbaiki diri dan hubungan kita kepada Allah SWT. Artinya jangan sesekali menyekutukan dengan bentuk apa pun entah itu sifatnya objektif maupun khiasan, karena pada dasarnya perbaiki dulu “marketing langit”, Insyallah marketing dunia mengikuti. (Red/Y.W)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.