Beberapa UMKM Sebagai Potensi Daerah Dalam Meningkatkan Taraf Hidup Orang Banyak

oleh -54 Dilihat

gapurapriangan.com – Membahasa tata Priangan perlu kajian khusus untuk mendalaminya, karena pada dasarnya takkan ada waktu dan habis pikir pembahasan mengenai tatar Priangan. Mulai dari nuansa keindahan yang menjelma menutup segala kecantikan yang ada, roda perekonomian melalui kearifan local.

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat kunjungan wisatawan yang datang ke kawasan tersebut mengalami kenaikan signifikan, yang menjadi tujuan wisatawan,diantaranya Tasikmalaya, Garut, Bandung, dan sekitarnya. Kota Bandung sendiri juga mempunyai tempat wisata belanja yang tumbuh sejak 1990-an seperti factory outlet, agrowisata, hingga tempat outbound. Bermunculan juga resto dan cafe dengan keunikan tersendiri. Musik angklung sebagai salah satu music tradisional Jawa Barat tetap menarik wisatawan berkat jasa Udjo Ngalagena yang melakukan terobosan agar angklung tidak hanya memainkan lagu tradisional, tetapi juga lagu modern.

Salah satu keunikan yang ada di tatar Priangan, yakni Tasikmalaya potensi daerah sebagai barometer penggerak roda ekonomi. Jika orang berkunjung ke Tasikmalaya, sayang untuk melewatkan singgah di sentra-sentra kerajinan. Menurut catatan Dinas UMKM, Koperasi, Industri dan Perdagangan Kota Tasikmalaya sektor UMKM meraup omzet per tahun sekitar Rp2 triliun dari 7.700 unit usaha dengan serapan tenaga kerja mencapai 55.000 orang. batik, bordir, kerajinan kayu, kerajinan bambu, kelom payung geulis,  dan olahan makanan menjadi komoditas utama yang menggerakan ekonomi di Tasikmalaya.

Bordir Tasikmalaya

Air Tanjung, kecamatan Kawalu Tasikmalaya menjadi pusat bordir, berderet rumah-rumah produksi sepanjang jalan itu. Butik H. Zarkasie merupakan rumah produksi paling tua dan merupakan salah satu keturunan dari Hj. Umayah binti H.Musa, beliau adalah orang yang pertama kali merintis dan memperkenalkan bordir di Tasikmalaya pada Tahun 1925. ciri khas dari bordir Tasikmalaya adalah motifnya yang floral beragam. Butik milik Hajjah Haryati merupakan salah satu butik yang terkenal, menempati bangunan dengan cat putih dan abu-abu, berlantai dua yang didirikan tahun 1988 semua aktifitas butik dikerjakan. lantai pertama diperuntukan untuk mejeng atau tempat pameran bermacam-macam produk bordir yang ditata rapi. ratusan item bordiran di butik Hajjah Haryati ini dipajang, ada bordir sarung, mukena, baju koko, tak ketinggalan kebaya. banyak pembeli di butik ini untuk keperluan dijual kembali/grosiran

Diambil dari beberapa referensi, menurut Hajjah Haryati Sekitar 60% pembeli dari butik ini lokal dan 40% untuk ekspor. Kami paling banyak mengirim ke Negara Malaysia, Brunei, untuk busanah muslimah dan baju terusan dengan brodiran untuk Singapura. Para peminat  mereka memesan hingga ratusan kodi. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu, pesanan pada bulan tersebut melonjak hampir 75 prosen dari hari-hari biasanya.

Haryati dalam menjalankan usahanya dibantu oleh para karyawannya yang sekarang sudah mencapai 300 orang. Ibarat pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, anak-anak Haryati juga membuka usaha yang sama, merek Turatex merupakan milik dari Erla salah satu anak tertua Haryati dari lima anaknya.. merek Turatex juga berlokasi di Air Tanjung.

Kelom Geulis

Kelom Geulis 

Kelom Geulis diambil dari bahasa Sunda yaitu bahasa daerah Kota Tasikmalaya (Jawa Barat) yang artinya adalah sandal kayu cantik. Kelom = sandal kayu, Geulis = cantik. Ciri khas yang membuat Sandal Kelom Geulis Tasik menjadi cantik, menarik dan unik adalah karena sandal ini terbuat dari kayu dengan hiasan ukiran, bordir, lukisan dan batik khas Tasikmalaya dan dibuat secara manual menggunakan tangan manusia. Sandal terbuka (dan ada yang tertutup ) ini diberi sulaman benang dan mote yang cantik di sabut kulit yang melengkapi sandal. Seringkali kayu sebagai alas itu sendiri diberi ukiran sehingga makin mempercantik kelom geulis. (**)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.