Benarkah Kerajaan Sunda Galuh Berawal Dari Kerajaan Tarumanagara?Kilas Balik Tentang Peradaban Masa Lalu

oleh -51 Dilihat

gapurapriangan.com – Dimensi waktu seakan memutar gejolak tirani masa lalu, cerita masa demi masa seakan mengubah sebuah peradaban, lentera kehidupan mulai terbangun dari bongkahan-bongkahan sebuah legenda. Sepintas sedikit memaknai sebuah peradaban masa lalu dimana sejarah yang terukir menjadi gambaran tentang adanya tatanan kehidupan yang menjadi tolak ukur dimasa sekarang.

Berdasarkan beberapa literasi menyatakan bahwa Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh adalah dua kerajaan yang merupakan  pecahan dari Kerajaan Tarumanagara. Asal muasal Kerajaan Tarumanagara sendiri secara etimologi berasal dari kata taruma dan nagara. Yang mana kata taruma berasal dari kata tarum yang merupakan nama sungai yang membelah Jawa Barat yaitu Ci Tarum, sedangkan nagara merupakan kerajaan atau negara. Hal ini terlihat pada muara Ci  Tarum  terdapat percandian yaitu Percandian Batujaya dan Percandian Cibuaya yang diduga merupakan peradaban peninggalan Kerajaan Tarumanagara.

Adapun Raja yang pernah berkuasa dan sangat terkenal dalam catatan sejarah adalah Purnawarman. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga (Kali Bekasi) sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Karena pada saat itu kerjaaan Tarumanagara merupakan kerajaan Hindu. Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui dengan tujuh buah prasasti batu yang ditemukan. Lima di Bogor, satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Raja diraja guru Jayasingawarman pada tahun 358 M dan dia memerintah sampai tahun 382 M. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi), Kerajaan Tarumanegara itu sendiri merupakan kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara.

Berdirinya Kerajaan Sunda dan Galuh

Dalam catatan perjalanan Tome Pires (1513), disebutkan bahwa dayo (dayeuh), Kerajaan Sunda terletak dua hari perjalanan Pelabuhan Kalapa yang terletak di muara Sungai Ciliwung. Keterangan mengenai kerajaan ini juga terdapat pada beberapa prasasti. Salah satunya Prasasti di Bogor banyak bercerita  tentang Kerajaan Sunda sebagai pecahan Tarumanagara, sedangkan prasasti di daerah Sukabumi bercerita tentang keadaan Kerajaan Sunda sampai dengan masa Sri Jayabupati. Tarusbawa yang berasal dari Kerajaan Sunda Sambawa menggantikan mertuanya menjadi penguasa Tarumanagara yang ke-13. Karena pamor Tarumanagara pada zamannya sudah sangat menurun, Ia ingin mengembalikan keharuman jaman Purnawarman yang berkedudukan di Purasaba (Ibukota) Sundapura.

Dalam tahun 670M, ia mengganti nama Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda. Peristiwa ini dijadikan alasan oleh Wretikandayun pendiri Kerajaan Galuh, untuk memisahkan negaranya dari kekuasaan Tarusbawa. Karena putera mahkota Galuh berjodoh dengan Parwati puteri Maharani Shima dari Kerajaan Kalingga, Jawa Tengah, maka dengan dukungan Kalingga, Wretikandayun menuntut kepada Tarusbawa supaya bekas kawasan Tarumanagara dipecah dua. Dalam posisi lemah dan ingin menghindarkan perang saudara, Tarusbawa menerima tuntutan Galuh. Dalam tahun 670M  kawasan Tarumanagara dipecah menjadi dua kerajaan, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh dengan Sungai Citarum sebagai pembatasnya. Sepintas merupakan sepenggal sejarah yang mesti kita ketahui, hal ini memberi gambaran bahwa suatu bangsa yang besar ialah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri. (Fauzi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.