PRAWITA GENPPARI Beri Motivasi Santri Berprestasi di Ponpes Miftahul Falah Sodonghilir Tasikmalaya

oleh -186 Dilihat

gapurapriangan.com – “Alhamdulillah PRAWITA GENPPARI sampai saat ini terus konsisten dengan program – programnya. Baik di bidang kepariwisataan, seni budaya maupun koperasi dan UMKM -nya. Termasuk mensosialisasikan konsep dasar kepariwisataan dalam rangka penyiapan SDM pariwisata yang berkualitas dan profesional. SDM kepariwisataan harus disiapkan dari berbagai latar belakang agar tersedianya SDM kepariwisataan yang mumpuni “, ungkap Ketum DPP PRAWITA GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Sodonghilir Tasikmalaya, Sabtu (18/2/2023).

Hal tersebut ia sampaikan setelah memberikan program motivasi santri berprestasi di pondok pesantren Miftahul Falah Sodonghilir kabupaten Tasikmalaya. Sang motivator ini terus memberikan motivasi santri dari pesantren ke pesantren, dari sekolah ke sekolah, dari perguruan tinggi ke perguruan tinggi, bahkan dari desa ke desa. Sangat sulit menemukan sosok kaliber internasional yang masih mau turun langsung tanpa pamrih dari pelosok ke pelosok sepertinya. Itulah gambaran sosok sang nahkoda Prawita GENPPARI dalam melakukan kerja nyata pengabdian untuk bangsa dan negara.

Menurutnya, zaman terus bergerak, waktu terus berputar dan dunia terus berubah serta peradaban terus berkembang. Lompatan ilmu pengetahuan dan teknologi terus mengalami akselerasi yang luar biasa hingga melahirkan berbagai temua baru yang merubah cara berfikir dan pola pandang umat manusia dalam menyusun fuzzle masa depannya. Robotika, kecerdasan buatan, internet, rekayasa genetika, dan berbagai temua lainnya bermuara pada banyaknya peluang sekaligus ribuan tantangan yang harus dihadapi oleh generasi yang akan datang. Dengan laju kecepatan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini, beberapa profesi diprediksi akan hilang sementara yang lain akan berkembang dan membutuhkan kemampuan dan keterampilan baru. Untuk itulah penyiapan SDM yang kompeten harus terus dipersiapkan sebaik mungkin. Ujarnya.

Dede Farhan Aulawi Saat Memberikan Motivasi Pada Santri 

Selanjutnya ia juga menambahkan bahwa tidak ada orang yang terlahir untuk gagal, tetapi kita sendiri yang sebenarnya disadari ataupun tidak telah membuat perencanaan untuk hidup gagal yaitu manakala kita tidak memiliki daya dorong alias motivasi yang kuat untuk mewujudkan cita-cita yang diharapkan. Ingatlah bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecual kaum itu sendiri yang mau mengubah nasibnya. Terlebih di saat banyak tantangan baru yang membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi secara cepat dan tepat. Kemalasan esensinya sebuah deklarasi untuk memulai penyelaman di medan kebodohan dan kesulitan. Tidak ada cara lain untuk maju selain menumbuhkan keinginan dan komitmen yang kuat untuk terus maju dan berjuang dalam menggapai apapun harapan yang kita cita – citakan. Imbuhnya.

Kemudian Dede juga menjelaskan bahwa sesungguhnya banyak generasi muda Indonesia yang hebat dan berpretasi di berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun internasional. Namun jumlah mereka relatif masih sangat sedikit apabila dibandingkan dengan total generasi muda yang ada. Jika merujuk pada hasil penelitian yang pernah dilakukan ternyata masalahnya tidak terletak pada derajat ‘KECERDASANYA’, melainkan pada kuat atau lemahnya ‘MOTIVASI dan DAYA JUANG’ dalam belajar agar bisa berprestasi. Belajar tidak boleh hanya sekedar mengejar target asal lulus semata, tetapi lebih dari itu harus ada motivasi kuat untuk berprestasi dan menjadi yang terbaik melalui cara yang sehat.

Di samping pemenuhan tuntutan keterampilan teknis dan akademis, tetapi juga harus melakukan penguatan soft skills, seperti :
Pertama, critical thinking atau berpikir kritis yaitu keterampilan dalam memahami sebuah masalah dan mengkoneksikan satu informasi dengan informasi lainnya untuk menghasilkan sebuah solusi yang cerdas. Keterampilan ini sangat penting untuk dimiliki di tengah derasnya arus informasi di era digital, karena kemampuan membedakan fakta dari opini, atau kebenaran dari kebohongan, merupakan modal yang penting dalam mengambil keputusan yang lebih bijak.

Kedua, collaboration atau kemampuan bekerja sama dengan orang lain guna menciptakan lingkungan kerja yang produktif. Mampu beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggung jawab, meletakkan empati pada tempatnya dan menghormati perspektif yang berbeda. Ketiga, communication atau kemampuan berkomunikasi agar bisa berbagi pemikiran, ide, pemahaman dan solusi dengan orang-orang di sekitarnya baik secara lisan atau tulisan. Keempat, creativity atau kreativitas yaitu kemampuan untuk menjadi inovatif sehingga bisa menghasilkan gagasan-gagasan baru dan mampu menyelesaikan sesuatu secara imajinatif dan cerdas. Dengan menggabungkan keempat soft skills ini, seorang dapat berkembang dengan baik di lingkungan kerja yang berbeda dan kompetitif.

Langkah – langkah konkrit untuk bisa berprestasi dan sekaligus tips kiat sukses menggapai cita – cita adalah :
1. Harus memiliki cita – cita yang jelas sesuai dengan keinginan masing – masing dan jangan lupa agar cita – cita tersebut ditulis. Tujuannya sebagai reminder untuk mengingatka di setiap saat agar terus bersemangat dalam belajar. Motivator terbaik adalah diri kita masing – masing, agar saat kita mengalami bad mood atau malas, bisa segera termotivasi kembali dengan nilai – nilai yang membangun dan penuh optimis.
2. Barengi dengan ikhtiar yang maksimal sebagai pertanda yang bisa membedakan prestasi kita dengan yang lain. Kita tidak boleh seperti kebanyakan orang. Kita harus seperti diri kita sendiri yang selalu siap dan sigap dalam mengobarkan semangat belajar.
3. Ibadah dan do’a yang yang optimal. Manfaatkanlah waktu – waktu yang mustajabah untuk beribadah dan berdo’a secara khusu dan ikhlas.
4. Seringlah minta di do’akan oleh orang tua dan guru – guru kita. Komunikasi dengan orang tua bukan hanya pada saat ada kebutuhan atau permintaan materi saja, tetapi lebih penting dari itu semua adalah memohon do’anya. Keridloan Allah terletak pada keridloan orang tua. Hormati dan hargai serta taati nasihatnya.

” Kesuksesan adalah sebuah perjalanan from zero to be hero, jatuh bangun lagi, gagal perbaiki lagi. Tidak boleh ada kata dan sikap ‘menyerah’ dalam menggapai cita – cita, sebab satu kali saja kita menyerah maka semua akan berakhir di gerbang penyesalan yang tiada akhir. Sukses itu penting, tetapi yang terpenting bisa bermanfaat untuk umat. Menyebarkan kebaikan dan pesan damai untuk menjaga keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa “, pungkas Dede mengakhiri keterangan. (Red/Y.W)