Prahara dan Spekulasi Akan Adanya Kejadian Besar Pada Bulan Mei 2020

oleh -366 Dilihat

PRAHARA DAN SPEKULASI AKAN ADANYA KEJADIAN BESAR DI PERTENGAHAN BULAN RAMADHAN

GapuraPriangan, Membahas tentang kebesaran Tuhan YME tidak akan pernah ada hentinya. Saat ini kita tengah di gonjang-ganjingkan mengenai tentang ramalan akan adanya kejadian besar pada pertengahan bulan Ramadhan, kalau dilihat pada kalender tahun 2020 jatuh pada hari Jumat tanggal 08 Mei 2020 mendatang. Benarkah demikian? Fenoma alam yang mungkin akan terjadi ini menjadi perbincangan hangat sekarang ini.

Dilansir dari laman okezone.com ‘’Viral Hadist Nabi Dikaitkan Asteroid Tabrak Bumi pada 15 Ramadhan’’ Pesan berantai yang mengaitkan peristiwa asteroid mendekati bumi pada 15 Ramadhan dengan hadits Nabi Muhammad SAW membuat jagat maya bergemuruh. Bumbu kiamat bakal datang pun menyertai kabar ini lantaran spekulasi pergerakan asteroid bakal memicu gempa bumi dahsyat atau bahkan tabrakan asteroid dengan bumi. Hadist yang dimaksud adalah riwayat Nu’aim bin Hammad yang tertulis dalam kitab al-Fitan. Hadits tersebut berbunyi, “

هُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : “إذا كانَتْ صَيْحَةٌ في رمضان فإنه تكون مَعْمَعَةٌ في شوال، وتميز القبائل في ذي القعدة، وتُسْفَكُ الدِّماءُ في ذي الحجة والمحرم.. قال: قلنا: وما الصيحة يا سول الله؟ قال: هذه في النصف من رمضان ليلة الجمعة فتكون هدة توقظ النائم وتقعد القائم وتخرج العواتق من خدورهن في ليلة جمعة في سنة كثيرة الزلازل ، فإذا صَلَّيْتُمْ الفَجْرَ من يوم الجمعة فادخلوا بيوتكم، وأغلقوا أبوابكم، وسدوا كواكـم، ودَثِّرُوْا أَنْفُسَكُمْ، وَسُـدُّوْا آذَانَكُمْ إذا أَحْسَسْتُمْ بالصيحة فَخَرُّوْا للهِ سجدًا، وَقُوْلُوْا سُبْحَانَ اللهِ اْلقُدُّوْسِ، سُبْحَانَ اللهِ اْلقُدُّوْسِ ، ربنا القدوس فَمَنْ يَفْعَلُ ذَلك نَجَا، وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ هَلَكَ)

Nu’aim bin Hammad berkata: “Abu Umar Bercerita kepada kami, dari Ibnu Lahi’ah, dari Abdul Wahhab bin Husain, dari Muhammad bin Tsabit Al-Bunani, dari ayahnya, dari Al-Harits Al-Hamdani, dari Ibnu Mas’ud, dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan meletus huru-hara pada bulan Syawal, dimana kabilah-kabilah akan saling bermusuhan (perang) pada Dzul Qa’dah, lalu terjadi pertumpahan darah pada Dzul Hijjah dan Muharram…”. Kami bertanya: “Suara apakah, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jumat, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jumat di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jumat, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah: “Mahasuci Allah Al-Quddus, Mahasuci Allah Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus”, kerana barangsiapa melakukan hal itu, niscaya ia akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu, niscaya akan binasa”. (HR Nu’aim bin Hammad dalam kitab Al-Fitan I/228, No.638, dan Al-Hindi di dalam kitab Kanzul ‘Ummal, No.39627).

Pusat Sains Antariksa LAPAN menyebutkan berdasarkan data Center of Near Earth Orbit Studies (CNEOS) NASA, Asteroid 2016 HP6 memang akan mendekati Bumi pada Jumat, 08 Mei 2020 pukul 21:48 Universal Time (Sabtu, 09 Mei 2020 pukul 4.48 WIB) pada jarak 4,33 jb (jarak bulan) atau 1,66 juta kilometer. Asteroid ini memiliki kecpatan relatif 5,72 kilometer per detik ketika mendekati Bumi dan dikategorikan sebagai asteroid Apollo. Asteroid Apollo adalah asteroid yang memiliki sumbu setengah panjang lebih besar dibandingkan dengan orbit Bumi (> 1 Satuan Astronomi, SA) tetapi jarak perhelionnya lebih kecil dibandingkan aphelion Bumi (< 1,017 SA). Beberapa asteorid Apollo bisa menjadi ancaman bagi penduduk di Bumi apabila berada pada jarak yang sangat dekat dengan Bumi, seperti Meteor Chelyabinsk yang memasuki atmosfer Bumi dan meledak di langit kota Chelyabinsk, Rusia pada 15 Februari 2013 silam dengan ukuran 17 meter.  

Kembali pada kaitan soal asteroid yang akan mendekati bumi kemudian dikait-kaitkan dengan hadist riwayat Nu’aim bin Hammad yang tertulis dalam kitab al-Fitan, ustadz Fauzan Amin mengajak kita semua memahami dua aspek agar tidak timbul keresahan. Aspek pertama, yaitu soal status hadist tersebut dan aspek kedua soal pemahaman dari sisi logika pengetahuan alam. Pertama soal hadits, menurut ustadz Fauzan Amin, hadits ini terdapat dalam kitab الفتن karya Imam Nu‘aim bin Hammad, salah seorang guru Imam Bukhari yang berasal dari Marw di Khurasan. Status hadist-nya sangat lemah karena beberapa perawinya bermasalah.

“Maka, hadist ini boleh saja jadi pegangan diri tapi tidak untuk menciptakan kepanikan. Karena yang namanya kiamat itu telah jadi skenario sang pencipta. Manusia tidak bisa lari dari skenario Tuhan. Jadi tidak perlu ambil pusing cukup jadi pegangan diri saja. Sambil memperbanyak amal sholeh. Kedua, dari segi ilmu alam tentu harus mengikuti para ahli,” terangnya. Dari sisi ilmu astronomi dan antariksa, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin menyatakan bahwa asteroid yang mendekati bumi pada 15 Ramadhan masih dalam batas aman. Singkat kata, asteroid tersebut tidak akan memberikan bahaya bagi bumi dan penghuninya. “Masih dalam batas aman, karena jaraknya masih lebih jauh dari bulan,” ujar Thomas kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

Keterangan Thomas selaras dengan prediksi CNEOS NASA yang menyatakan jarak asteroid nanti cukup jauh dari bumi yakni sekira 1,3 juta meter, sehingga sangat kecil kemungkinan asteroid 2016 HP6 yang diperkirakan berukuran antara 23 hingga 52 meter menabrak bumi. Sementara ihwal asteroid yang berada dekat dengan bumi menjadi perhatian publik, Thomas menjelaskan dapat dipahami karena di masa lalu ada sejarah asteroid yang bertabrakan dengan bumi. Dilansir dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, saintis percaya asteroid sesatan (stray asteroid) maupun pecahan dari tabrakan asteroid lebih awal telah menabrak Bumi di masa silam, yang mana berperan penting dalam evolusi planet Bumi.

Terlepas dari kiamat pasti terjadi, dari kajian Alquran, hadits dan ilmu pengetahuan, ustadz Fauzan Amin menggarisbawahi, tiada yang tahu kapan waktunya. Manusia juga tidak bisa lari dari takdir kematian, yang bisa dilakukan hanya bersiap-siap diri dengan cara memperbanyak amal shaleh. Demikian halnya praha dan spekulasi saat ini, kita sebagai makhluknya hanya dapat beribadah sesuai dengan apa yang diperintahNYA dan menjauhi tentang apa yang di larangNYA agar kita senantiasa diberikan keselamatan. (Y.W)

Gapura Priangan