Sempat Terjadi Ricuh, Ratusan Mahasiswa Yang Tergabung Dalam Aliansi BEM Tasikmalaya Lakukan Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law

oleh -112 Dilihat

Tasikmalaya, Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Tasikmalaya di depan gedung kantor DPRD Kota Tasikmalaya Jl. RE Martadinata Rabu (15/7) sempat terjadi ricuh dengan petugas kepolisian saat mahasiswa hendak mencoba masuk ke gedung dewan. Mela, salah satu peserta aksi unjuk rasa asal Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) YPPT Priatim Tasikmalaya ini menuturkan “kejadian tersebut berawal ketika penyampaian aspirasi mahasiswa belum ada tanggapan dari pihak pemerintah untuk dapat berdialog, kemudian mahasiswa membakar ban di tengah jalan, mahasiswa pun mencoba memaksa masuk namun dihadang oleh aparat, sehingga terjadilah insiden tersebut”.

Setelah beberapa saat sejumlah anggota dewan akhirnya menemui para pengunjuk rasa untuk dapat berdialog. Dialog ini dilakukan dan diterima oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Agus Wahyudin serta didampingi anggota dewan Dodi Ferdiansyah dan Enan Suherlan. Dalam dialog tersebut Novaldi, selaku Korlap aksi menyebutkan “rancangan omnibus law akan merugikan rakyat, karena ada aturan baru yang dinilai merugikan buruh. Diantaranya adalah soal kontrak kerja serta jam kerja yang dinilai merugikan rakyat, khususnya buruh, dan di sisi lain malah menguntungkan investor asing. Kami menuntut RUU itu tidak disahkan”, tutur Novaldi.

Agus menanggapi dan berjanji akan meneruskan aspirasi mahasiswa Tasikmalaya ke DPR RI. “Kami siap meneruskan aspirasi adik-adik ke DPR RI, Mudah-mudahan ada perhatiannya”. Nota Kesepakatan pun dimuat bermaterai antara pihak Aliansi BEM Tasikmalaya yang diketuai Oleh Pajar Reza Pitria dengan pihak DPRD Kota Tasikmalaya. Adapun tuntutan mahasiswa meliputi sikap untuk menolak RUU Omnibus Law, Pemerintah daerah dapat mempubilkasikan legal drafting dan dibacakan didepan massa aksi untuk dikirmkan kepada pemerintah pusat, Pemerintah daerah dapat memprioritaskan hak-hak dan kesejahteraan masyarakat terutama kaum buruh. (Red/Lydia)  

Gapura Priangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.