Heboh Hari Pertama PSBB Dijadikan Ajang Bermain Bola Dan Rencana Sanksi Bagi Para Pelanggar

oleh -110 Dilihat

Tasikmalaya, Penerapan hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan pemerintah Kota Tasikmalaya beserta wilayah kota lainnya di Jawa Barat sebagai acuan pencegahan lebih menyebarnya virus covid-19. Para pemuda di sekitaran pusat Kota Tasikmalaya tepatnya di Jl.Kh. Zainal Mustofa Kota Tasikmalaya (06/05/2020) malah kelengangan jalan raya dijadikan sebagai sarana untuk bermain sepak bola. Video yang tersebar melalui sarana komunikasi whatsaap pun sempat heboh serta menjadikan dua sisi pemikiran yang berbeda.

Betapa tidak di sisi lain pemerintah mengeluarkan kebijakan tersebut demi kepentingan bersama agar penyebaran virus covid-19 tidak lebih meluas, di sisi lain para pemuda tersebut seolah jenuh saat dilematika kehidupan yang kini seolah semakin semrawut karena kebutuhan ekonomi dan juga angan-angan akan datangnya bantuan sosial dari pemerintah yang tidak merata bahkan seolah tidak tepat sasaran. Hal senada disampaikan oleh tokoh sekitar yang enggan disebutkan namanya “Bukan masalah tentang PSBB nya, kita sebagai masyarakat justru mendukung setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, namun coba tengok ke lapangan khususnya pelaku usaha ekonomi kecil serta masyarakat yang penghasilannya tidak menentu, kita tuh sebenarnya menangis anggaran yang katanya ratusan triliyun yang digelontorkan oleh pemerintah, nyatanya hanyalah sebuah angan semata”.

“Beda halnya dengan para pegawai pemerintah, mungkin merasa biasa-biasa saja, orang tiap bulan dapat penghasilan tetap belum lagi tunjangan lainnya, sempat sebelum diberlakukan PSBB wilayah, saya pun kedapatan melihat salah seorang pegawai pemerintah sedang membawa belanjaannya yang begitu banyak keluar dari salah satu pertokoan modern, ya mungkin di borong, beda halnya dengan kita para pejuang rupiah harian dengan tenaga maupun otak berpikir bagaimana hari ini maupun hari esok, apakah masih bisa makan atau kah tidak, apalagi menunggu bantuan yang sampai sekarang belum jelas kepastiannya seperti apa” Keluhnya.

Dua sisi pemikiran seperti ini juga yang menjadi dilema buat para pemangku kebijakan, pada hari pertama penerapan PSBB pun masih terdapat para pelanggar, di tiap titik atau pos penjagaan masih ada masyarakat yang tidak memakai protokoler kesehatan yang dihimbaukan. Seperti halnya pemakaian masker, masih terlihatnya masyarakat yang berlalu lalang secara berkerumun, termasuk dengan sengaja memanfaatkan kondisi jalan yang sepi sebagai sarana bermain. Dilansir dari laman radartasikmalaya.compenerapan yang dilakukan oleh Pemkot Tasikmalaya uji coba selama tiga hari mulai tanggal 06 mei s.d 09 mei, apabila masih banyak masyarakat yang tidak mengiyakan kebijakan serta terdapatnya pelanggaran-pelanggaran terkait penerapan PSBB akan berlakukan sebuah sanksi.

Mulai hari sabtu (09/05/2020) Pemkot Tasikmalaya akan menindak tegas setiap warga yang dianggap melanggar aturan PSBB. Budi belum berbicara mengenai sanksi tegas para pelanggar PSBB. Selama tiga hari ini berfokus pada sosialisasi, “setelah tiga hari masyarakat yang tidak mengikuti aturan PSBB akan ditindak tegas”, ujarnya, seraya tak menjelaskan seperti apa sanksinya. Budi pun menegaskan, “dalam penerapan PSBB ini perlu adanya dukungan dari seluruh elemen lapisan masyarakat agar berjalan sukses dan tak perlu perpanjang waktu PSBB, setiap masyarakat harus ikut andil menyukseskan PSBB, agar menjadi solusi terbaik dalam penanganan covid-19”, harap Budi.

Budi pun mengklaim, setelah hari pertama penerapan PSBB rupanya berjalan cukup lancar, setiap pos penjagaan yang total  berjumlah 45 pos telah beroperasi. Namun, ia mengakui masih banyak toko-toko yang buka. “Itu karena informasi belum menyebar maksimal, tapi 80 persen penerapan PSBB sudah baik”, ujarnya pada wartawan. (Gdy)

Gapura Priangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.