Anton Charliyan Mendesak Pemerintah Agar Menindaklanjuti Konvoi Pengendara Motor Menggunakan Atribut Khilafah

oleh -33 Dilihat

gapurapriangan.com – Saat ini masyarakat Indonesia viral di media sosial, dengan adanya Aksi sejumlah pengendara motor yang membawa poster bertuliskan dukungan terhadap tegaknya khilafah. Dalam rekaman video yang beredar, tampak jelas para pengendara mayoritas menggunakan baju berwarna hijau, membentangkan bendera HTI berwarna putih & Hijau juga , yang dengan terang-terangan mengkampanyekan dukungan terhadap tegaknya sistem khilafah.

Dimana salah satu poster yang dilekatkan di jok belakang motor bertuliskan : ” Sambut Kebangkitan Khilafah Islamiyah”.

Peristiwa tersebut terjadi di Cawang, Jakarta Timur, yang membuat heboh warga. Selain di Jakarta, di beberapa tempat terjadi Konvoi serupa antara lain di : Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu (29/5/2022). Serta daerah lainnya.

Viralnya konvoi pemotor bawa poster Kebangkitan Khilafah di media sosial tersebut, telah mengusik Mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol (Purn) Dr.H.Anton Charliyan, MPKN yang dikenal sebagai tokoh Penggiat Anti Intoleran & Radikalisme di Indonesia ; Yang bersangkutan mengaku sangat geram dengan aksi Khilafatul Muslimin pimpinan Abdul Qadir Baraja. “Kami menolak secara keras & tegas kelompok yang sengaja menyerukan kebangkitan Khilafah Islamiyah di Indonesia. juga menolak ajaran yang memaknai jihad dengan tujuan perang, dan Khilafah sebagi satu-satunya sistem pemerintahan.

Jangan saenak udele dewek lah, ini negara Pancasila bukan negara agama, jangan bikin negara dalam negara, ” kata Abah Anton panggilan akrab Anton Charliyan. Selanjutnya Anton mengatakan,, agar masyarakat bangkit bersama membuka mata dan hati untuk mereduksi dan melawan segala macam bentuk propaganda yang bersifat sekuler seperti Khilafah Islamiyah tersebut. Umat beragama di Indonesia wajib mentaati kesepakatan bersama, yang kemudian menjadi konsensus Dasar Nasional yakni : Pancasila , UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Yang sudah menjadi keputusan final para founding father pendiri bangsa ini .“
Maka sudah menjadi kewajiban kita semua untuk selalu menjaga Existensi
wibawa dan kehormatan negara dan pemerintahan, agar tetap utuh bersatu berdaulat dan dihormati, baik secara Nasional maupun Internasional ” ujarnya.
Secara tegas, Abah Anton menjelaskan, bahwa propaganda Khilafah Islamiyah sangat berdampak negatif terhadap citra Islam dan umatnya, justru Citra islam jadi terpuruk karena terjebak dengan adanya Politisasi Islam dimana-mana, yang berorientasi hanya untuk mengejar kekuasaan semata, bukan mengedepankan syiar atau ilmu amaliyah untuk kemaslahatan umat, sehingga Islam jadi terkotak-kotakan dalam berbagai aliran paham dan yang berbeda-beda.

Anton yang juga dikenal sebagai tokoh budaya yang selalu menggelorakan jiwa nasionalis ini, mengajak para generasi milenial untuk menjaga dan merawat agar tetap setia pada ideologi Pancasila.“
Karena seluruh komponen bangsa telah sepakat membentuk negara yang disebut : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai ikhtiar maksimal untuk mewujudkan cita-cita bersama sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945,” tegasnya.
Mantan Kadiv Humas Polri ini menambahkan, bahwa ideologi Pancasila ini sudah final dan tak perlu diperdebatkan lagi, apalagi ada yang ingin mencoba untuk menganti dengan idelogi lain seperti Khilafah.

Pancasila yang telah dikukuhkan sebagai dasar negara, filosofi, way of life, landasan norma dan etika untuk membangun hidup bersama dalam ikatan bangsa dan negara, yang saling berdampingan, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan keberagamaan dalam semangat Bhineka Tunggal Ika “ kami berharap kepada seluruh tokoh bangsa, dan generasi milenial agar sama-sama menjaga ideologi Pancasila ini, yang telah mampu mempersatukan perbedaan menjadi suatu kekuataan yang luar biasa.

Kami yakin dengan membumikan narasi dan nilai-nilai cinta tanah air, toleransi, serta pemahaman keagamaan yang moderat Rahmatan Lil Alamin, kelompok yang ingin mengganti ideologi Pancasila akan tertolak dengan sendirinya. Selain itu, partisipasi yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah agar turut serta aktif mengawasi lingkungan sekitar. Dengan bersikap ” Open ” mau peduli, tidak masa bodoh, Apabila ada hal-hal atau aktivitas yang mencurigakan, sebaiknya agar langsung segera melapor ke pihak yang berwenang,” tuturnya.

Dengan viralnya video konvoi pemotor di media sosial tersebut, Anton Charliyan mendesak pemerintah Cq polri dll, agar segera bergerak cepat dan tegas, untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut sampai ke akar akarnya. Konvoi ini disinyalir bisa menjadi ajang propaganda untuk menyebarkan paham ideologi kelompok radikal. “Kami harap, pemerintah melalui aparat keamanan dan penegak hukum seperti Polri,TNI, BNPT, Densus 88 dll, jangan sampai kecolongan lagi dengan kejadian-kejadian semacam itu, yang jelas akan sangat mengganggu stabilitas keamanan negara,” ungkap Anton Charliyan kepada media ini.

Selanjutnya Anton yang juga menjadi ketua dewan pembina harian Patriot Pejuang Merah putih ini, mengatakan agar negara segera bertindak keras mengambil langkah-langlah strategis untuk membendung setiap gerakan sekuler yang kerap kali mencoba melakukan propaganda untuk menyebarkan paham intoleransi dan radikalisme yang sudah membuat gaduh dan sangat meresahkan. “Kami juga mendesak agar pemerintah betul-betul serius dalam menangani kelompok ini, yang memang terkesan dableg, mempermainkan serta mengolok Negara & Pemerintah.

Untuk itu agar negara hadir, unjuk gigi dengan mengedepankan tindakan yang lebih proaktif dan antisifatif, sehingga tidak selalu menjadi pemadam kebakaran, dengan berbagai cara dan modus baru yang kerap mereka lakukan, yang pasti akan berdampak sangat buruk bagi psycologis masayarakat. Oleh karena itu kami pun mendorong agar pemerintah bisa menyelidiki dengan tuntas sampai ke aktor intelektualnya, terkait motif serta tujuan dari kegiatan tersebut.”katanya.

Abah Anton menilai konvoi motor ‘Khilafatul Muslimin’ yang dengan sengaja membagikan lembaran brosur khilafah ini juga, sudah masuk kategori menghasut masyarakat untuk menentang pemerintahan yang syah.” Pungkasnya.(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.