Perjalanan Wisata Prawita GENPPARI Sampai di Puncak Bukit Jayapura City

oleh -157 Dilihat

gapurapriangan.com – “ Dari ujung timur sampai barat, dan dari ujung utara sampai selatan nampaknya tidak akan pernah selesai jika bicara keindahan alam Indonesia. Inilah salah satu hal yang patut disyukuri oleh seluruh masyarakat Indonesia, bahwa Tuhan telah memberikan banyak keindahan alam untuk dinikmati, disyukuri dan dijaga kelestarian alamnya agar bisa dinikmati juga oleh generasi penerusnya. Begitupun dengan keindahan panorama alam dari puncak bukit Jayapura City ini yang memiliki keindahan yang luar biasa “, ujar Ketum DPP Prawita GENPPARI Dede Farhan Aulawi di Bandung, Minggu (4/6).

Hal ini ia sampaikan dalam obrolan ringan di kediamannya setelah kembali dari kota Jayapura provinsi Papua. Ia bercerita banyak tentang keindahan alam papua dengan kondisi geografis luas dan menakjubkan, khususnya di kota Jayapura. Salah satunya adalah Bukit Jayapura City dimana setiap pengunjung bisa melihat lanskap Kota Jayapura dari ketinggian perbukitan. Di tempat ini wisatawan dapat melihat pemandangan pegunungan, pelabuhan, hingga teluk yang berwarna biru di siang atau sore hari. Kemudian saat malam tiba, keindahan lampu – lampu kota semakin mewarnai keindahan tersebut. Ungkapnya.

Menurutnya, bukit ini jadi lokasi populer bagi wisatawan untuk berswafoto dengan latar pemandangan Kota Jayapura dari ketinggian yang mempesona. Ada sejumlah spot foto yang paling populer, yaitu kapal dari kayu yang berlatar belakang pemandangan lanskap ibukota Provinsi Papua. Jika dilihat dari beberapa kota di dunia yang sebagian diantaranya bergantung pada pelabuhan, garis pantai, atau teluk, maka mereka memiliki strategi pengembangan kota yang bagus. Lokasi geografis membentuk cara negara mengembangkan wilayah, serta tersedianya ruang publik dimana warga bisa berinteraksi dengan lanskap kota atau dengan satu sama lain.

Hal tersebut pernah dipelajari dalam diskusi pengembangan kota dan tata ruang kepariwisataan kota di beberapa kota di dunia yang sangat indah dalam ‘Porject for Public Spaces’ dengan menggabungkan tepi laut yang sangat menarik. Dimana disana ada taman yang luas, restoran dengan citarasa yang khas dan pertunjukan budaya sehingga kota – kota tersebut bisa membuat nyaman dan betah untuk ditinggali, bekerja, atau sekadar dikunjungi sebagai destinasi wisata.

Kemudian Dede mencontohkan pengembangan kota Beirut di Lebanon yang memiliki pemandangan pantai menakjubkan. Orang asli Libanon biasanya berenang di pantai saat pagi dan berolahraga ski di gunung pada sore harinya. Lihat saja La Plage sebuah wisata pantai yang di kelilingi para sosialita dan juga aneka kuliner asli setempat.

Lihat juga pengembangan kota Rio de Janeiro yang merupakan kota tercantik di Brasil. Pantainya begitu jernih, dan pemandangan di dalam lautnya lebih menakjubkan lagi sehingga terasa seperti berada di negeri dongeng. Selain itu meskipun penduduknya hidup dengan budaya modern, namun banyak juga dari mereka yang tidak lupa dengan budaya leluhurnya.

Kemudian ia juga menambahkan bahwa sebenarnya banyak kota-kota tepi air (waterfront cities) yang menekankan pada cara lingkungan kota tersebut dapat terhubung satu sama lain dan menopang berbagai kegiatan publik, termasuk ruang publik yang dapat dimanfaatkan secara bersamaan, misalnya saja kota Hongkong, Vancouver, Miami, Athena, London, Paris, Buenos Aires, Detroit, Milwaukee, Chicago, Celeveland dan Zurich. Semuanya memadukan ruang publik tepi air dengan kehidupan yang lebih luas dari masyarakat setempat.

“ Begitupun saat menikmati puncak bukit Jayapura City ini ada banyak potensi besar yang bisa dikembangkan dengan imajinasi dan kreativitas kepariwisataan yang dipadukan dengan konsep pengembangan kota itu sendiri. Kota Jayapura merupakan kota dengan lanskap yang menarik dimana memiliki pantai dan teluk yang berdekatan dengan bukit-bukit, sehingga menawarkan panorama sangat cantik. Terlebih saat malam, Puncak Jayapura City menawarkan pemandangan yang berbeda karena lampu-lampu di kota mulai menyala. Gemerlapnya Jayapura terasa begitu indah dan romantis “, pungkas Dede Mengakhiri obrolan sore hari. (red)