Wisata Tersembunyi di Desa Cibanteng Kecamatan Parung Ponteng Alihkan Perhatian di Tengah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)

oleh -110 Dilihat

Tasikmalaya, Ada sebuah wisata yang tersembunyi dibalik rimbunnya pohon dan ilalang, Curug Panoongan itulah namanya. Curug ini terletak di Kp. Sukasari Desa Cibanteng Kecamatan Parung Ponteng Kabupaten Tasikmalaya, curug ini memiliki suasana yang sangat sejuk, belum lagi udaranya yang segar karena belum tercemar membuat suasana menjadi menenangkan. Curug  yang lokasinya di kelilingi oleh pohon – pohon ini bisa memanjakan mata para pengunjung dengan lingkungan masih asri dengan hijaunya alam sekitar. Tepat di bawah curug terdapat sebuah kolam berbentuk  lingkaran yang memiliki kedalaman 5 meter, kolam itu bisa di jadikan sebagai spot indah untuk selfi.

Curug yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai salah satu pilihan liburan keluarga, setelah masa di rumah aja. “Karena akses perjalanan menuju curug ini mudah ditempuh, suasana yang sejuk membuat saya dan keluarga sangat penasaran untuk berkunjung hitung – hitung untuk cuci mata”. ungkap salah satu pengunjung.

Nama Curug Panoongan, berasal dari sebuah kisah sejarah yang mengisahkan tentang sebuah pertarungan untuk memperebutkan seorang wanita. Dahulu kala, tepat di Curug Panoong terjadi  sebuah pertarungan antara Eyang Kanawe dan Eyang Jocong, mereka bertarung untuk memperebutkan hati seorang wanita yang bernama Uyut Subeng, saat pertarungan itu terjadi banyak jawara yang menonton (noong) maka jadilah namanya Curug Panoongan. Namun, kisah pertarungan itu tidak diceritakan kisah siapa yang menang di antara keduanya, siapa yang menang di antara mereka hanya menjadi misteri bagi kita semua. Sungai yang mengalir dari Curug Panoongan di beri nama Sungai Kanawe, nama Kanawe itu diambil dari salah satu jawara yang bertarung yaitu Eyang Kanawe.

Awal keberadaan curug  bisa diketahui oleh publik, dari sebuah ketidak sengajaan saat salah satu warga sekitar yang sedang bermain dan selfi tepat di Curug Panoongan, lalu di upload ke media sosial sehingga mengundang penasaran banyak orang – orang, dan setelah itu mulai banyak para pengunjung yang berdatangan. Sekarang curug pun sudah mulai dilakukan observasi untuk penataan ulang agar menyamankan para pengunjung. Untuk saat ini, Curug Panoongan belum di berlakukan  karcis, karena para pengurus tidak memberlakukan target akan hal itu.

“Kami belum memberlakukan karcis untuk saat ini, karena kami sadar fasilitas disini belum memadai, masih ada banyak hal yang harus kami perbaiki dan tata ulang, kami masih berusaha membuat para pengunjung nyaman, agar kedepannya mereka tidak puas hanya dalam satu berkunjung ke Curug Panoongan ini”.  Terang Gilang Guntur Munggaran Saepul Milah, pemilik tanah yang terdapat di pinggir curug.

Curug ini buka lima hari dalam seminggu selama 24 jam, khusus di hari selasa dan jum’at tutup karena dilakukan kerja bakti. Curug Panoongan di buka secara resmi kurang lebih selama satu bulan terakhir, di masa pandemi Covid-19  wisata Curug Panoongan sempat di tutup, tapi sekarang sudah mulai di buka kembali, bahkan para pengunjung masih tetap ramai.

Selain menikmati keindahan Curug Panoongan, sekarang sudah mulai di berdayakan beberapa shelter atau tempat untuk camping, namun bagi siapa saja yang malas membawa tenda untuk bisa camping di curug ini, jangan khawatir karena para pengurus menyediakan tenda dengan berbagai ukuran. Harga penyewaan untuk tenda kapasitas 2 – 3 orang seharga Rp. 45.000,-  sedangkan untuk kapasitas 4 – 6 orang seharga Rp. 60.000,-

Untuk kedepannya para pengurus setempat berencana bisa lebih memperindah suasana curug, selain itu mereka juga berencara akan menambahkan beberapa spot seperti spot selfi, playing pok, arum jeram dan lain – lain. Para pengurus juga berencana akan memasang lampu tembak tepat di dekat curug, agar curug tersebut bisa di nikmati saat malam hari.

Selain itu, pengurus karang taruna desa berharap kepada Dinas Pariwisata untuk bisa lebih memberikan perhatian khusus kepada Curug Panoogan yang baru saja di kenal masyarakat, dan beliau juga berharap bisa diadakan pelatihan Tanggap Darurat Bencana untuk para pengurus.

Sekarang Curug Panoongan sudah mendapatkan penghargaan sebagai wisata baru terpaforit dari KNPI Kabupaten Tasikmalaya, hal itu tentu membuat semangat bagi para pengurus untuk bisa lebih mengembangkan Curug Panoongan agar bisa di kenal orang. Sehingga bisa eksis dan dijadikan sebagai wisata yang diincar oleh banyak pegunjung dari luar kota. (Lydia)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.