Ada Fosil Purba di Camis!Referensi Sejarah Wisata Sambil Belajar

oleh -52 Dilihat

gapurapriangan.com – Pernahkah kita mendengar istilah fosil, mungkin semasa duduk di bangku sekolah acap kali kita mempelajari peradaban masa lalu melalui salah satu mata pelajaran sekolah.

Palapukan batuan sisa makhluk hidup menjadi salah satu pernah adanya catatan sejarah peradaban masa lalu. Salah satunya di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat terdapat koleksi fosil purbakala.

Koleksi berbagai fosil hewan purba dan peninggalan manusia purba ini ada di Museum Tambaksari dan SMPN 1 Tambaksari. Melalui momen Hari Jadi Ciamis, koleksi fosil tersebut dihadirkan di pusat perkotaan Alun-alun Ciamis dalam Pameran Kebudayaan dan Fosil Tambaksari selama beberapa hari.

Melansir detik.com, informasi dari Museum Tambaksari, Kehidupan manusia dan budaya purba di kawasan Tambaksari, baru mulai terungkap tahun 1920 oleh J. van Houten dengan ditemukannya fosil vertebrata yang dilanjutkan dengan penelitian oleh van Es pada 1931, von Koenigswald pada 1934, dan Hetzel pada 1935.

Konon, penemuan fosil di Tambaksari ini lebih tua dari fosil yang ditemukan di Sangiran, Jawa Tengah. Fosil yang ditemukan di Tambaksari mulai dari fosil hewan seperti gajah, rusa, kuda Nil. Ada juga fosil pohon dan artefak berupa kapak batu.

Kawasan Situs Tambaksari merupakan suatu cekungan sedimentasi yang dikenal dengan sebutan Cekungan Cijolang. Sejumlah vertebrata yang ditemukan di Cijolang menunjukkan fauna tersendiri dengan ciri fosil penunjuk yaitu Merycopotamus nanus Lydekker.

Fosil fauna Cijolang yang termasuk sebagai fosil penunjuk Merycopotamus nanus yaitu Hipopotamus (Hexaprotodon) simplex (kuda nil), Cervus sp (rusa), dan stegodon sp (gajah). Fosil fauna yang pernah ditemukan di kawasan Tambaksari misalnya kerbau, rusa, buaya, gajah, kuda nil, kura-kura, dan badak.

Fosil-fosil tersebut ditemukan di beberapa situs yaitu Urugkasang, Cisanca, Cicalincing, Cibabut, Gihonje, Ciloa, Cipasang dan Kaso. Tahun 1980, para penemu fosil di Kecamatan Tambaksari melaksanakan musyawarah dalam upaya penanganan dan penyelamatan fosil yang disimpan masyarakat.

Tahun 1987 proses eskavasi dan penelitian fosil Tambaksari di kawasan Urug Kasang oleh para peneliti. Tahun 2001 temuan gigi seri manusia purba oleh Balai Arkeolog Bandung, STTNas Yogyakarta, Lab Geologi Kuarter P3G Bandung, University of Tennesse & Auburn University, Amerika.

Tahun 2013 proses pengkajian cekungan Cipidang oleh Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran. Tahun 2019 proses konservasi oleh Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran di Musim Fosil Tambaksari.

“Ini merupakan fosil koleksi dari Museum Tambaksari, SMPN 1 Tambaksari dan ada juga dari masyarakat. Jenisnya mulai dari fosil hewan, tumbuhan dan artefak seperti kapak batu,” ujar Eman Sulaeman, Guru Sejarah SMPN 1 Tambaksari di lokasi pameran, Minggu (12/6/2022).

Koleksi berbagai fosil hewan purba dan peninggalan manusia purba ditampilkan di Museum Tambaksari dan SMPN 1 Tambaksari. Eman mengaku bersyukur fosil ini bisa dihadirkan dalam pameran di Alun-alun Ciamis. Mengingat selama ini fosil ini belum terlalu dikenal jelas masyarakat Ciamis. Hal ini tentunya bisa menjadi sebuah potensi pariwisata.

“Kalau ini (koleksi fosil) diangkat oleh pemerintah daerah tentunya menjadi pengetahuan bagi masyarakat, juga untuk media pembelajaran bagi siswa, dan juga peninggalan purba ini lebih tua dari peninggalan purba di Sangiran, “ucapnya.(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.