Ikuti Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, SBSI’92 DPC Priangan Timur Serahkan Bibit Pohon Durian Kepada Wali Kota Tasikmalaya

oleh -121 Dilihat

gapurapriangan.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Pemerintah Kota Tasikmalaya gelar acara Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022, Senin (6/6/2022) bertempat di Taman Dadaha, Kota Tasikmalaya.

Mengusung tema Satu Bumi Untuk Masa Depan, acara ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, DPRD Kota Tasikmalaya serta elemen tokoh lainnya, termasuk SBSI’92 DPC Priangan Timur.

Adanya penetapan tanggal 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia, berawal Deklarasi Stockholm tahun 1972 yang menandai dialog pertama negara industri dan negara berkembang membahasa terkait pertumbuhan ekonomi, pengendalian pencemaran, kelangsungan hidup manusia di seluruh dunia, dan pembentukan United Nations On Enviromental Programmes menandai ditetapkannya 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Kegiatan penanaman pohon dalam acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Senin (6/6/2022) di Taman Dadaha.

Acara Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022 dipimpin langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya, Drs. H. Muhammad Yusuf. Apresiasi diberikan sepenuhnya Wali Kota Tasikmalaya akan terselenggaranya Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022.

Dengan simbolisasi penanaman 1500 pohon. “Apresiasi kami, teman kami, DPRD, Forkopimda, semua pihak jangan pernah menyerah jadikan perjuangan kita guna membangun Kota Tasikmalaya lebih maju, ” ujarnya.

Dalam kesempatan ini SBSI’92 DPC Priangan Timur melalui ketua Deni Hendra Komara menyerahkan bibit pohon durian kepada Wali Kota Tasikmalaya sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan dan harapan agar Tasikmalaya dapat menjadi penghasil buah durian yang berkualitas.

Saat ditanya wartawan kenapa buah durian yang dipilih, Deni beranggapan bahwa karena selain mudah tumbuh di iklim tropis, durian mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, “tetapi kadang kita miris buah durian asli dari Indonesia namun malah kita impor dari negara tetangga.

Contoh durian montong kita impor sekitar 20 ton setiap tahunnya dari Thailand, inginnya kedepan semoga Indonesia khususnya Tasikmalaya jadi penghasil buah durian dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, ” ungkap Deni.

SBSI’92 sendiri selain bergerak di buruh formal juga memiliki keanggotaan di sektor informal, “kita punya kelompok tani khusus budidaya holtikultura salah satunya budidaya bibit durian okulasi, bibit kelompok tani kita sudah bersertifikat, dan ijin distributor, harapannya kelompok tani yang kami naungi dapat memasok kebutuhan bibit holtikultura / durian di Tasikmalaya, ” pungkasnya. (Y.W)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.