Anton Mantan Kadiv Humas Polri Acara Silaturahmi Lebaran Bekasi Bisa Dijadikan Model Untuk Antisipasi Adu Domba dan Hoak

oleh -56 Dilihat

gapurapriangan.com – Acara lebaran Bekasi ke 2 yang di gagas Oleh H Damin Saba dari Jajaka Nusantara dibantu WN.88, bertempat di lapangan Alun- alun Bekasi, berlangsung sukses dan meriah, diikuti sekitar 5000 Masyarakat Bekasi Raya, Jabodetabek plus masyarakat Karawang dan Subang dengan sangat antusias, Sabtu (11/6/2022).

Hadir dalam acara tersebut Plt Walikota Bekasi, Pjs Bupati Bekasi, Dandim, Ketua MUI, PCNU , Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Budaya, Para Ketua Ormas Al Bamus Betawi, FBR, Jejaka Nusantara, WN 88, GMBI, AMS dll,
Acara dimeriahkan oleh Marching Band Chandrabaqa, Debus dari Jajakan Nusantara, Satria Banten serta Silat dan Tari jaipong dari Perguruan silat & Sanggar Seni Bekasi Raya.

Acara Lebaran Bekasi Diikuti Oleh Berbagai Elemen

Dalam Sambutannya Anton Charliyan Mantan Kadiv Humas Polri mewakili Tokoh Budaya. Menyampaikan, bahwa acara Lebaran Bekasi 1000 Ketupat ini patut di tiru oleh daerah lain sebagai arena Silaturahmi antar warga tanpa membedakan Suku, Ras Agama, Etnik golongan dll. Sehingga satu sama lain bisa saling mengenal lebih dekat, sebagai satu Keluarga Besar Bekasi Raya.

Bila acara tersebut dilaksanakan secara kontinue, tidak hanya event lebaran saja tapi termasuk event-event hari raya yang lain , bisa dirayakan secara bersama, maka dengan seringnya elemen masyarakat berkumpul bersama, tidak hanya saling mengenal saja, namun lebih jauh dari itu akan tumbuh rasa kekerabatan yang kuat, sehingga tidak mudah diadu domba tidak mudah dijadikan ajang hoax oleh pihak yang ingin menghancurkan NKRI.

Sebab sebagaimana kita ketahui bersama salah satu titik rawan Bangsa Indonesia dengan Pluralismenya yang multy kultur, sangat rentan sekali diadu domba, sehingga dijadikan jurus ampuh para Kolonial dulu untuk menguasai Negeri kita, yakni yang kita kenal dengan Devide Et Impera  memecah belah bangsa satu sama lain agar saling berantem, yang dampaknya bisa kita rasakan sampai hari ini.

Untuk itu dengan adanya acara Lebaran Bekasi ini agar tetap dipertahankan sebagai suatu tradisi khas masyarakat Bekasi. Dan kedepan jika memungkinkan bisa ditambahkan dengan merayakan hari hari raya umat lain yang dianggap besar, sehingga jika sering otomatis rasa kekerabatan dan kekeluargaan tadi makin erat dan makin mengikat.

Dengan demikian secara otomatis akan mampu membangun rasa Persatuan & Kesatuan antar warga, antar ormas antar etnis, antar suku dll. Yang kokoh, Sekaligus juga membangun nilai-nilai toleransi antar umat beragama.

Terlebih di era global ini masyarakat kita makin cenderung Individualitas, sangat membutuhkan ajang Silaturahmi dan Kebersamaan seperti Lebaran Bekasi ini, justru kedepan Silaturahmi seperti bisa menjadi suatu hal yang langka.

Sekali lagi dengan adanya acara Lebaran Ketupat ini bisa menjadi ajang untuk membangun rasa Kesatuan & Persatuan serta memupuk nilai-nilai toleransi antar umat denagn rill dan nyata, tidak hanya sekedar wacana,” demikian Anton Mantan Kapolda Jabar yang kini lebih akrab dipanggil Abah Anton juga dikenal sebagai Tokoh Penggiat Anti Intoleransi dan Radikalisme menutup sambutannya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.