Ajang Liga Pelajar dan Mahasiswa Diikuti Hampir 500 Atlet Taekwondo Dalam Momentun Haornas Tahun 2022

oleh -382 Dilihat

gapurapriangan.com – 500 orang Taekwondoin yang berasal dari 120 sekolah dan Perguruan Tinggi di Kota Tasikmalaya ikuti kejuaraan Taekwondo yang bertajuk “Liga Pelajar dan mahasiswa”.

Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia (TI) Kota Tasikmalaya menggelar Kejuaraan kedua yang digelar setelah pandemi pada momentum hari olahraga Nasional (Haornas) tahun 2022.

Mereka bakal bersaing pada yang acara yang akan digelar di GOR Sukapura Dadaha, Sabtu-Minggu 10-11 September 2022. Memang jumlah peserta masih kalah bila dibandingkan ajang Walikota Cup 2019 yang mencapai sebanyak 659 orang.

“Hanya itu kan sebelum pandemi. Jadi kami bersyukur dengan jumlah peserta yang mencapai hampir 500 orang itu akan jadi awal kebangkitan dan geliat olahraga ini di kota Tasik,” kata Ketua Pengcab Taekwondo Indonesia Sabeum Nim Agus Rolex melalui Sekretaris Pengcab TI Sabeum Odoy di sela persiapan even yang ditunggu para atlet itu, Sabtu (10/10/2022) siang.

Apalagi jumlah peserta sebanyak itu pun sudah meningkat signifikan dibanding kejuaraan antar dojang memperebutkan Piala Ketua Pengcab TI Kota Tasik akhir bulan Januari 2022 yang diikuti sebanyak 400 peserta. Dia pun berharap jumlah peserta semakin bertambah yang pada akhirnya para atlet punya banyak ruang guna mengasah kemampuan, mental maupun jam terbang agar siap ketika dibutuhkan untuk berlaga di ajang seperti Porprov, PON hingga event Internasional.

Dengan geliat dan antusiasme seperti itu, ia pun sangat berharap agar peran pemerintah atau swasta dalam mensponsori kejuaraan bisa ditingkatkan. Sebab menurut dia, prestasi akan tercapai manakala peran serta atau kehadiran pemerintah maupun kalangan swasta selalu hadir.

Dalam ajang itu pun, seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) turut menjadi peserta kendati harus bersaing dengan peserta dari umum atau able. “Dia sangat antusias sekali ingin ikut kejuaraan meski baru gabung di dojang baru sekitar 4-5 bulanan.

Kami tentu mengapresiasi bahwa anak ABK tetap bisa bersosialisasi dan menunjukan kemauan untuk berlatih hingga mengikuti kejuaraan ini sebagaimana anak-anak normal lain,”pungkasnya. (Inr/Y.W)